terlalu banyak energi negatif

dulu, saya follow satu twit yg banyak menyiarkan kepedulian sosial. misalnya info rekening bank untuk transfer bantuan ke korban bencana alam, pengumuman kebutuhan donor darah golongan tertentu, dan sebagainya. beberapa twit malah perlu di-retweet supaya lebih banyak terbaca orang dan lebih banyak orang ikut peduli/bantu.

kemudian saya memutuskan berhenti follow twit tersebut.

karena saya sadari timeline-nya terlalu banyak energi negatif. isinya musibah, kesedihan, penderitaan, memohon bantuan sana sini. kalo enggak ya ngomel2 pd orang yg bikin guyonan tentang autisme. yah, nggak ada yg salah sih dg itu. tapi masak sih dunia ini serba suram? sudut pandang yg mengundang penyakit.

dari pandangan saya yg dangkal dan sok tau, twit yg tadinya diniati sbg media penyiaran kepedulian sosial sudah berubah jadi media penyiaran energi negatif. saya pikir lebih sehat kalo saya follow twit2 motivasi dan humor.

p.s. oiya satu lagi, saya kurang suka twit drama dan fantasi.

Posted in Story | 190 Comments

tentang cuci otak kelompok radikal itu…

sempat terlintas di fikiran, menarik kali ya kalo ada di antara mereka mendekati saya, mencoba brain wash, lalu merekrut saya masuk kelompok mereka. i’d play the game! :D

akan jadi pengalaman menarik kalo bisa masuk ke kelompok mereka, melihat segala aktivitasnya, membaca pola pikirnya, dan tentu saja menjadi informan yg amat bermanfaat buat teman2 polisi.

lha, nggak takut kena brain wash? nggak takut katut jadi teroris? nggak juga. karena saya selalu connected dg internet, akan banyak kawan yg mengawasi eksistensi saya. lha wong nggak ngetwit 2 hari aja dicari orang. kalo nanti ada perubahan pada diri saya, sekecil apapun, teman2 akan tau. teman2 akan menegur, menjaga saya.

Posted in Uncategorized | 25 Comments

Are you what you write?

Kadang suka iseng baca2 archive blog secara random. Kemudian nemu hal hal menarik disana. Profil orang misalnya, bisa dg gampang dipoles cakep di facebook, tapi di dalam tulisannya di blog akan keliatan lebih dalem tentang apa yg ada di benak/hatinya.

Ada blog yg isinya curhat terus, nampak insecure. Ada blog lain yg isinya lucu lucuan, yg bener bener merepresentasikan pola pikir penulisnya yg memang tipe tukang mbanyol. Ada lagi tipe paranoid, yg dalam penulisannya suka defensif, bahkan bisa berlapis. Dan nggak pernah berani bikin opini yg tegas, cuman berani nggantung di tengah. Ambil amannya aja, takut nanti mesti mempertanggungjawabkan keberpihakannya, sementara dia nggak pernah mau terjebak berada di posisi yg salah.

Belakangan ini ada teman baru bikin blog catatan perjalanan traveling. Nampaknya menarik. Saya berharap bakal nemu banyak foto2 panorama indah, dan cerita2 menyenangkan di petualangannya. Itu blog traveling kan? Mestinya isinya jalan2 dan makan2 dan foto2an, dan hal2 menyenangkan lainnya.

Sayang sekali saya dapetnya tulisan tentang betapa kacaunya perjalanan jalan2 dia. Mulai cerita gesekan dg sesama pelancong lain, kasus ribut dg supir taksi yg minta duit lebih, sampai kejadian ceroboh salah beli tiket yg bikin pembaca ikut sedih dan nggondok.

Hmmm yah nampaknya memang demikian isi otaknya. Demikian dia memandang kehidupan di sekitarnya, penuh masalah. Hasilnya ya demikian pula material tulisannya yg dipublish di blog.

Kalo misalnya mau menggeser sudut pandangnya dari angle yg lebih indah, mestinya bisa jadi menyenangkan. Dan dokumentasi perjalanan yg terekam di blog itu ketika suatu saat nanti dibaca lagi akan memanggil kembali memori indah perjalanan keluyuran, bukan memicu ketakutan tanpa alasan gara2 teringat hal2 buruk.

Posted in Life | 5 Comments

Jiwa wirausaha itu bisa dilatih, bukan sekedar bakat

Masalahnya, nggak semua orang ngerti gimana melatihnya. Gimana? Semacam belajar silat, yg dilatih dulu adalah kuda2, bukan jurus2 tendangan. Ehmmm maksudku gini…

Hidup sebagai karyawan swasta dan wiraswasta itu beda. Karyawan punya job desc jelas dengan besaran gaji yg juga jelas. Seperti yg sudah disepakati di awal masa kerja. Yg penting diperhatikan adalah membereskan tanggung jawabnya secara sempurna, nanti dapet kompensasi.

Kemudian muncul banyak cerita karyawan merasa tenaganya banyak diperas, tapi pendapatannya nggak sebanding. Berlanjut dg cita2 memerdekakan diri dg memulai usaha sendiri. Semoga sukses.

Tapi, perubahan dari karyawan jadi wiraswasta itu nggak sesimple pindah kantor. Ada hal2 mendasar yg perlu berubah di dalam diri karyawan. Dan itu butuh komitmen serius. Semacam keputusan berhenti merokok misalnya, sekedar sebagai analogi.

Sebagai wiraswasta, ada 2 hal yg penting diperhatikan: motivasi dan disiplin. Motivasi itu jelas harus mampu dimunculkan dari dalam diri sendiri. Wiraswasta nggak punya atasan/boss. Kemudian disiplin menjaga api motivasi itu tetap nyala.

Ngobrol soal motivasi, aku baru tau harga mengundang seorang motivator itu untuk sekali seminar, bersihnya ada yg minta 50 juta. Dg durasi kerja 2 jam. Itu bersih lho, belum ongkos pesawatnya yg first class, hotelnya bintang lima, dan sang motivator nggak dateng sendiri, tapi bersama tim. Mampus.

Apa ada metode lain untuk melatih motivasi dan disiplin?

Ternyata ada. Rasulullah melatih kita semua secara gratisan untuk sholat tahajud. Tahajud yg konsisten dilakoni tiap malem. Untuk sekali bangun dini hari aja butuh motivasi gede. Untuk bangun besok pagi dan lusanya, disiplin itu harus. Dan niat/semangat untuk tahajud ini mesti muncul dari dalam diri sendiri.

Jadi, nggak usah muluk2 dulu pingin jadi pengusaha hebat. Nanti kalo nyungsep? Yah ada baiknya dilatih dari satu hal saja dulu, asal istiqomah. Nanti kalo sudah biasa tahajud, boleh dilanjut metode2 pengembangan diri lainnya. Dibahas lain waktu.

Posted in Uncategorized | 10 Comments

soal blokir blokiran

proxy

aku bingung, bagaimana mungkin menkominfo bisa memblokir material pornografi dari internet? ini hal mustahil. berapa anggaran yg sudah keluar untuk implementasi aturan demikian? seberapa banyak resource yg sudah dipake? secara teknis, mustahil.

aku pikir amat dangkal itu regulasi blokir website porno. lha wong kalo akses langsung diblokir, tetep bisa akses lewat pintu samping, hehe.

keyword: proxy.

apa itu proxy? coba aja googling free proxy, gampang dibaca apa itu proxy dan buanyak pilihan free proxy di luar sana buat ngakses situs porno. nggak perlu jadi hacker canggih untuk itu. sangat simple.

aku pikir habit / isi benak masyarakat juga perlu disentuh lah. kalo orang2 sudah nggak tertarik browsing hal2 pornografi, nggak perlu lagi blokir2an macem gitu. jadi, kalo depkominfo pingin bikin tindakan yg berkesan, coba kerjasama dg depag.

Posted in Story | 281 Comments