Masalahnya, nggak semua orang ngerti gimana melatihnya. Gimana? Semacam belajar silat, yg dilatih dulu adalah kuda2, bukan jurus2 tendangan. Ehmmm maksudku gini…
Hidup sebagai karyawan swasta dan wiraswasta itu beda. Karyawan punya job desc jelas dengan besaran gaji yg juga jelas. Seperti yg sudah disepakati di awal masa kerja. Yg penting diperhatikan adalah membereskan tanggung jawabnya secara sempurna, nanti dapet kompensasi.
Kemudian muncul banyak cerita karyawan merasa tenaganya banyak diperas, tapi pendapatannya nggak sebanding. Berlanjut dg cita2 memerdekakan diri dg memulai usaha sendiri. Semoga sukses.
Tapi, perubahan dari karyawan jadi wiraswasta itu nggak sesimple pindah kantor. Ada hal2 mendasar yg perlu berubah di dalam diri karyawan. Dan itu butuh komitmen serius. Semacam keputusan berhenti merokok misalnya, sekedar sebagai analogi.
Sebagai wiraswasta, ada 2 hal yg penting diperhatikan: motivasi dan disiplin. Motivasi itu jelas harus mampu dimunculkan dari dalam diri sendiri. Wiraswasta nggak punya atasan/boss. Kemudian disiplin menjaga api motivasi itu tetap nyala.
Ngobrol soal motivasi, aku baru tau harga mengundang seorang motivator itu untuk sekali seminar, bersihnya ada yg minta 50 juta. Dg durasi kerja 2 jam. Itu bersih lho, belum ongkos pesawatnya yg first class, hotelnya bintang lima, dan sang motivator nggak dateng sendiri, tapi bersama tim. Mampus.
Apa ada metode lain untuk melatih motivasi dan disiplin?
Ternyata ada. Rasulullah melatih kita semua secara gratisan untuk sholat tahajud. Tahajud yg konsisten dilakoni tiap malem. Untuk sekali bangun dini hari aja butuh motivasi gede. Untuk bangun besok pagi dan lusanya, disiplin itu harus. Dan niat/semangat untuk tahajud ini mesti muncul dari dalam diri sendiri.
Jadi, nggak usah muluk2 dulu pingin jadi pengusaha hebat. Nanti kalo nyungsep? Yah ada baiknya dilatih dari satu hal saja dulu, asal istiqomah. Nanti kalo sudah biasa tahajud, boleh dilanjut metode2 pengembangan diri lainnya. Dibahas lain waktu.