Obrolan di bus antar kota

Waktu itu dalam perjalanan antara mekkah dan madinah, duduk sebelahan sama bapak2 dari suburb kediri, ndeso wes pokok’e. Belio cerita tentang pengalamannya ketemu jodoh…

Jaman masih mudanya, dia nggak punya banyak harta yg patut disombongkan, dari keluarga biasa saja yg bukan ningrat dan sebagainya. Secara akademik juga statusnya masih mahasiswa, belum lulus. Belum punya pekerjaan tetap dg steady income bulanan yg bisa jadi pegangan. Sesekali dia nulis dan dapet honor dari tulisannya. Cuman gitu aja.

Eh tapi ternyata ada pasangan bapak/ibu yg tertarik merekrut dia untuk dijadikan mantu, dikawinkan sama anak perempuannya. Kok bisa? Apanya yg menarik dari pemuda macem gitu? Gimana kok bisa mempercayakan anak perempuannya sama pemuda yg nggak jelas macem gitu?

Karena normalnya, orang tua akan cari pemuda yg mapan buat dijadikan mantu. Paling enggak ada pekerjaan tetap dg penghasilan pasti tiap bulannya, sehingga anaknya nggak akan hidup susah dan kelaparan. Secara akademik juga harus lebih tinggi atau minimal selevel dg anaknya.

Pasangan bapak/ibu itu tadi mampu melihat potensi pemuda itu, lebih dari apa yg nampak pd dari tampilan luarnya. Sehingga direkrut jadi mantu, dikawinkan sama anak perempuannya.

Pasangan bapak/ibu tadi melihat bahwa si pemuda yg soleh itu bagus agamanya, dan bisa jadi imam yg baik buat anak perempuannya. Demikian saja. Urusan dunia, nggak perlu dikuatirkan, karena rejeki manusia itu sudah jaminan gusti allah katanya. Yg penting pemuda itu bisa mbimbing anak perempuannya ke jalan menuju surga.

Masa masa susah dilewati, nggak cuman lulus kuliahnya, lebih dari itu si pemuda soleh kemudian melewati pendidikan sampek level tertinggi. Nggak cuman berhasil meraih gelar doktor di bidang medis, tapi juga dipromosikan jadi profesor untuk kepakarannya soal tahajud. Dan tentu saja jadi suami yg baik buat istrinya, dan jadi panutan anak anaknya yg banyak.

Aku catet cerita ini disini, soalnya menarik, biar nggak lupa. Ini semacam cerita perkecualian, eksepsional, nggak ngikut pakem gimana orang tua nyari mantu yg wajar buat dipasangkan dg anaknya. Lha gimana itu pasangan bapak/ibu bisa ngeliat potensi dari dari pemuda yg nggak banget. Banyak lelaki yg lebih keren lebih kaya dan mapan.

0 comments ↓

There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment

gajah