Ancient teleportation?

Aku tadi ngaji, nemu hal menarik di surat An-Naml ayat 38-40:

Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”. Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

Dan tentu saja aku nggak pernah meragukan keaslian isi dari Al-Qur’an. Lalu yg jadi misteri adalah, konsep teleportasi seperti apa yg pernah dikuasai ahli kitab itu? Seperti apa pula implementasinya?

1 comment so far ↓

#1 hedi on 11.14.09 at 04:40:05 (+0700)

Soal teleportasi, aku punya cerita Mi. Jadi, ada “orang bijak” di Malang naik haji (nganter orang sih sebenernya) dan di Mekkah ketemu tetangganya.

Lha tetangganya telpon ke adiknya di Malang pada hari itu juga dan cerita sholat bareng orang itu di Mekkah. Tapi adiknya ngotot ketemu orang itu juga dan sholat mahgrib bareng di mesjid.

Kakak beradik itu sampek sekarang geleng2 kepala kalo inget…dahsyat katanya.

Aku bukan orang muslim, entah opo artinya teleportasi begini dalam kamus muslim :D

Leave a Comment

kuda